Perlu direnungkan
Orang bijak dan pintar akan menghindari ikut-ikutan memberi penilaian, mengomentari suatu masalah yang ia tidak ketahui masalah sebenarnya.
Betapa banyak orang yang sengsara, menanggung malu, terbebani batinnya, karena salah ucap yang keluar dari mulutnya sendiri. Maka, hati-hatilah berkata-kata.
Hati-hati menghina masa lalu orang lain, walau dia pernah berbuat dosa, bisa jadi suatu saat dia melebihi kita segalanya, karena mendapat rahmat karena bertobat.
Bahwa kekuatan terbesar dari kata-kata kita adalah harus membuat orang senantiasa mendapatkan manfaat dari apapun yang kita ucapkan.
Orang yang sanggup memelihara lisannya lebih kuat wibawanya daripada orang yang gemar menghamburkan kata-kata tetapi kosong makna.
Berusahalah senantiasa agar kata-kata yang kita ucapkan benar-benar bersih dari penambahan2 dan rekayasa yang tak berarti.
Perilaku kita yang baik dan buruk akan terkejar oleh waktu, dan pada saatnya akan datang kembali pada kita sendiri.
Istri yang bersikap setia dan jujur kepada suami, meringankan setengah beban suami, minimal senyuman yang membahagiakan, surga pahalanya.
Apabila kita mampu membalas lawan, jadikanlah maaf sebagai ungkapan syukur atas kemampuan kita membalas.
Senin, 01 Oktober 2007
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar